Sepucuk Pohon Cemara
Sepucuk pohon cemara
berdiri tegar di pantaiku
Ditengah hempasan ombak yang bergelora dan nyanyian nyinyir sekelompok manusia
Aku bukan bicara waktu
Namun aku mengingat kelahiranMu
Yang membawa terang dan damai
Diantara hati gelap manusia
Merah putih hijau biru
Kau dihias demikian indah
Diterangi aneka lampu kerlap kerlip, warna warni
memendarkan hati yg cinta damai
tampak sejuk semilir
Walau tak secantik nasibmu
kau tetap tegar dikawal
mereka yang mencintai damaimu
Natal bukan bicara waktu,apalagi bicara dogma
Natal ini suarakan kelahiran putra Illahi
Isa Alaihis Salam
Salam Damai Sang Hyang Widhi
Bagi umat manusia didunia
Kedamaian dan
Kesederhanaan dalam kelahiranMu
Tak memeluk hasrat kuasai duniawi
Tak menggapai kekuasaan jua
Sekalipun Kau putra Illahi
Haram dan Halal persepsi manusia
Namun kau tetap selalu ada
Dimanapun dibelahan dunia
Aku berpikir kebajikan Sinterklaas dipantai ini
Semarakkan nafasmu,gelorakan cinta kasih
Ditengah gemuruh cacian awak negeriku
Kau tetap tersenyum
Tebarkan damai dan sukacita
Di hari Natal ini
Penuh Bahagia
Damai Sejahtera
MeneerSam