Aku bersimpuh melabuh didadamu Mengikis karang ketegaran hatimu yang makin membatu Menatap berang berang laut dihempas buih,menjelang senja Menabur retorika masa depan perhelatan hidup ini
Angin sepoi menyapa kalbu Ditengah gejolak keakuan jiwamu yang terus menambun Aku terpukul dan nyaris terpapar asa Untuk membelai dikau yang makin kusayangi
Burung Muri dan Razorbil menatap hampa Mematuk ikan sambil menngangguk angguk Mengamini kegalauan jiwaku yang makin melunglai Terhempas gelombang keegoan hatimu
Mungkin kau tak mampu membayang Diantara tetes air mata ini Mendulang samudra cinta sedalam palung didepan mata kita Jauh lebih dalam dari kedalaman anganmu Atau kau tak jua mampu mencerna Nyanyian ombak yang menerpa karang Iramakan kisah kasih cinta kita selama ini Gelorakan cintaku yang tak pernah menyurut Untuk selalu menyayangi dikau
Bidadariku, Kau semakin dalam ditelan cakrawalamu Mengabuti gairah mataku memandang Hempaskan hasratku untuk mencumbumu Meskipun aku terus tertidur bermimpi Dipelukan dadamu